Tanda percintaan Kalian Harus Sampai di Sini !

Dari pada Makan Hati Sendiri, percintaan Kalian Harus Diakhiri Kalau 6 Hal Ini Tak Kamu Rasakan Lagi

Hubungan percintaan selanggeng dan selama apapun bisa dengan mudahnya berakhir kalau kamu dan dia tidak pandai merawatnya agar selalu punya chemistry dan menghindari rasa bosan di antara kalian berdua. Kamu bukan petarung tunggal yang harus selalu mempertahankan kelangsungan hubunganmu sendiri, masih ada dia disisimu yang seharusnya ikut andil dalam menjaga hubungan.

percintaan

Namun, semua percintaan itu seharusnya dilandaskan dengan kemauan sendiri dan masih ada atau tidaknya rasa sayang yang kalian punya. Semua akan terasa percuma kalau kamu mempertahankan hubungan tapi masing-masing dari kalian sudah nggak lagi merasakan cinta yang dulu pernah ada. Gelora asmara sudah kian meredup, kamu pun sudah tak lagi punya energi untuk mempertahankan. Apalagi kalau 6 hal ini sudah kamu rasakan.

percintaan

  1. Kamu tak lagi antusias saat membicarakan rencana masa depan bersamanya, semua hanya sebatasan ‘jalanin saja’

Kamu pun sudah merasa bahwa hubungan percintaan yang kamu jalani saat ini belum punya masa depan yang pasti. Kamu memang serius menyayanginya, tapi kalau untuk bicara rencana ke depan bersamanya dirimu hanya bisa berkata ‘ya udahlah jalanin saja’.

Kamu tahu hubunganmu sudah koyak tapi kamu tetap berharap keberuntungan berpihak padamu dan dia. Semuanya seentah itu bagimu, menjalani apa yang ada dan tidak berani berharap terlalu jauh kedepan. Kamu percaya bahwa Tuhan selalu punya cara yang baik untuk menjauhkan yang bukan milikmu dan mendekatkan apa yang memang baik untukmu.

  1. Nggak ada rasa percaya, kalau dia bisa setia. Kamu pun selalu penuh curiga dalam menjalani hubungan

Saat hatimu berkali-kali patah dan dia hanya punya kata ‘maaf’ dan janji-janji sebagai jaminan. Kata yang belum tentu diucapkan dengan kesungguhan karena kesalahannya selalu diulang lagi. Sepenuhnya bukan salahmu kalau kamu selalu menaruh rasa curiga terhadapnya.

Pikiran yang bukan-bukan selalu menghantuimu, kamu tidak bisa selalu bersamanya dalam 24/7 dan tak tau apa saja yang dilakukannya saat kamu tidak disampingnya. Hal itu yang terus-terus membuatmu merasa khawatir dan curiga. Sangat sulit rasanya mempercayainya sekali lagi, buat apa bertahan pada hubungan yang tanpa ketenangan?

  1. Semua yang kamu lakukan sudah tak lagi dihargainya, terasa sia-sia dan membuatmu putus asa

Sebenarnya kamu juga merasa bahwa rasa sayangnya untukmu perlahan hambar, semua hal darimu yang biasanya membuat dia bahagia kini tak lagi mengesankan. Dia selalu menuntutmu untuk mengerti dirinya tanpa sendirinya mengerti keadaanmu, dan selalu tentangnya.

Bahkan dia tidak lagi menjadikan kamu dan hubungan ini sebagai prioritas. Dia pun selalu sibuk sendiri dengan gawainya saat sedang bersamamu, menunjukan dirinya tidak bisa menghargai waktu kebersamaan kalian. Kalau dirasa masih bisa diperbaiki, ya bicarakan. Namun kalau sikapnya sudah terlalu berat untukmu, nggak salah kok kamu melepaskan apa yang membuatmu terluka.

  1. Dia yang dulu seringnya menwarkan bantuan tanpa diminta, kini untuk bertemu denganmu saja selalu punya banyak alasan

Seiring hubungan berjalan semakin lama, sifatnya yang asli dan seberapa besar rasa sayangnya padamu semakin terlihat. Kamu menyadari kalau tingkat keperduliannya padamu berkurang. Saat kamu sedang butuh bantuannya, dia tak lagi seantusias dulu menolongmu menemukan jalan keluar saat kamu sedang dilanda masalah. Bahkan saat kamu butuh dia untuk berkeluh kesah, dirinya tak mau lagi mendengarmu dengan dalih ‘jangan ngeluh terus’. Tak ada lagi dia yang sabar mendengar keluh kesahmu sekarang. Apalagi pundak untuk bersandar.

  1. Pasanganmu yang tadinya terbuka, sekarang seperti ada rahasia yang dia sembunyikan. Kamu pun jadi enggan bercerita banyak padanya

Kalau dulu hari-harimu itu selalu kamu lewati dengan berbagai cerita tentangnya, kini dia tak lagi banyak bercerita apapun tentang kesehariaannya. Apalagi saat dulu kamu bebas menyentuh ponselnya, sekarang dia semakin terlihat memberi batas saat dia mulai memberi password di ponselnya.

Kalian memang berhak punya privasi masing-masing namun hal tersebut bukan alasan untuk tidak terbuka pada pasanganmu sendiri. Padahal kejujuran adalah kunci sukses sebuah hubungan. Dia tidak lagi terlihat terbuka denganmu tentang semua yang dia alami, kamu pun jadi tak ada bedanya dengan teman biasa. Mungkin sebaiknya kamu perlu membicarakan hal ini dengannya sebelum jarak diantara kalian berdua semakin terlihat dan perpisahan tinggal di depan mata.

  1. Sudah tak ada lagi hasrat meluruskan masalah dan membiarkan pertengkaran berlalu tanpa penyelesaian yang jelas

Saat hubunganmu sudah terlalu abu-abu untuk diteruskan, kamu dan dia pun sudah tak lagi sama-sama punya hasrat untuk meluruskan masalah yang sering kalian hadapi. Pertengkaran demi pertengkaran tak lagi terelakan, dia yang dulu seringnya mengalah demi kelangsungan hubungan, kini selalu dengan mudahnya angkat tangan dan membiarkan pertengkaran berlalu begitu saja tanpa solusi yang jelas. Tak ada lagi dia yang mengusap tanganmu lembut untuk meredakan emosimu atau saat kamu lagi ngambek-ngambeknya, tak ada lagi usaha untuk membuatmu tertawa.

Saat hal-hal itu sudah tak lagi kamu rasakan, pantasnya kamu pun mengoreksi dirimu sendiri. Apa kesalahanmu selama ini yang membuatmu tak lagi merasakan hangat cinta darinya. Berpisah itu pilihan, kalau semua masih bisa diperbaiki dan dia pun masih punya keinginan untuk bersamamu, cobalah bicarakan baik-baik dengan kepala dingin dan kalau memang berpisah adalah pilihanmu, kamu perlu siapkan hati untuk memulai hari yang baru.